INSPIRING

Articles

Merek-Merek Kampiun di Ajang Satria Brand Award 2014

Tuesday, June 17, 2014


Suara Merdeka kembali menyerahkan penghargaan terhadap merek-merek berprestasi di Jateng hasil survei Satria Brand Award  (SBA) 2014, di Hotel Gumaya Semarang, 18 Juni. Merek-merek kampiun tersebut bisa disimak mulai hari ini.

MENJADI debutan bukan berarti selalu berada di buritan. Ungkapan tersebut layak disandangkan kepada Dafam Hotels Indonesia pada ajang SBA tahun ini. Usianya bisa dibilang masih balita, empat tahun. Namun kinerjanya mampu menyaingi hotel-hotel lama. Berdasarkan hasil survei SBA, hotel ini berhasil meraih skor indeks 5,5%. Di tengah ketatnya persaingan antarhotel, perolehan skor tersebut termasuk sangat bagus, serta berhasil mengantarkan hotel ini pada papan 3 besar hotel pilihan konsumen Jateng.

Kinerjanya yang paling mencolok tampak pada kemampuan mengembangkan dan memperluas jaringan ke seluruh Indonesia. Selama 4 tahun, Dafam Hotels Indonesia mampu mengoperasikan 11 unit hotel baru, serta menambah 23 unit baru yang kini masih dalam tahap pembangunan.

Sebagai hotel yang dibangun dari putra daerah asli Pekalongan bernama Soleh Dahlan, bisnis hotel Dafam kini semakin dikenal. Kali pertama hotel yang dibangun di bawah bendera Dafam Hotels adalah Hotel Dafam Semarang, di Jalan Imam Bonjol 188 pada 18 November 2010. Hampir bersamaan dengan Semarang, kemudian berdiri pula Hotel Marlin Pekalongan.

Berlanjut, Hotel Dafam Cilacap, Pekalongan, Vio Pasteur Bandung, Vio Suropati Bandung, Hotel Dafam Fortuna Malioboro Yogyakarta, Dafam Kayon Resort Solo, Dafam Pekanbaru, dan Betha Subang. Sementara, yang masih dalam proses pembangunan antara lain, Dafam Java Bandungan, Dafam Lampung, Banjarbaru, Pasar Baru Bandung, Merdeka Madiun, Dafam Harvest City Makassar, De Rain Bandung, Dafam Kayun Surabaya, Dafam Peta Bandung, Luxury Lampung, Dafam Express Rio Bandung, Express Airport Semarang, MEOTEL Kebumen, Dafam Rohan Yogyakarta, Grand Dafam @Yasmin Square Bogor, Gunawangsa MERR Surabaya, Meotel Purwokerto, Dafam Bekasi, Dafam Royale Balangan Jimbaran Bali, dan Palembang.

Masing-masing hotel memiliki segmentasi sendiri. Dafam Express misalnya, merupakan hotel budget bagi konsumen yang hanya menggunakan kamarnya untuk tidur. Untuk Miotel lebih berkonsep hotel bisnis dengan didukung fasilitas ruangan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Dan hotel berbintang tiga, empat hingga berbintang lima, dengan rata-rata jumlah kamar mulai 70-110 unit.

Corporate Public Relation Manager Dafam Hotels Indonesia, Ninik Haryanti menuturkan, sepanjang 2010-2014, Hotel Dafam memang agresif mengembangkan dan memperluas jaringan. Sampai 2015, target pembangunan 20 hotel. Namun belum sampai 2015, target tersebut saat ini sudah tercapai. ‘’Kemudian kami menargetkan dapat membangun lagi hingga 50 hotel sampai 2015,’’ tuturnya saat ditemui di kantor Dafam Hotels di Menara Suara Merdeka Semarang, Senin (16/6).

Hotel Dafam sangat agresif dalam penambahan hotel, khususnya untuk secondary city karena dinilai masih menjanjikan permintaan pasarnya. Hotel-hotel baru tersebut juga dimaksudkan untuk ikut mengembangkan potensi destinasi wisata dan perekonomian di sejumlah daerah.
Menurut dia, perkembangan bisnis perhotelan semakin cerah. Tercatat, rata-rata tingkat hunian kamar (okupansi) di semua hotel Dafam mencapai 80%. ‘’Kami optimistis bisnis Hotel Dafam terus eksis mengibarkan sayapnya hingga ke sejumlah daerah,’’ harapnya.

Beragam Penghargaan

Beragam penghargaan diterima Hotel Dafam. Antara lain, pada 17 November 2011 lalu, meraih Indonesia Travel Tourism Award (ITTA) Foundation bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Indonesia sebagai ‘’Indonesia Leading Local Hotel Chain 2011/2012’’. Kemudian, penghargaan dari Marketing Award sebagai ‘’The Best Innovation Marketing’’.

Hotel Dafam juga terpilih menerima penghargaan dalam Kategori Emas pada ajang International Arch of Europe Awards yang diberikan oleh Business Initiative Directions berkantor pusat di Spanyol, pada April 2013 lalu.

Dikatakan Ninik, pencapaian ini dilandasi komitmen sejak awal berdiri. Yaitu ingin menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan memberikan pelayanan sesuai kultur Indonesia. Serta selalu berinovasi menjadi trendsetter di setiap langkahnya. Pada ajang yang diselenggarakan Suara Merdeka bersama lembaga riset independen Indoresearch itu, Hotel Dafam masuk sebagai peraih penghargaan kategori hotel. ‘’Kami senang Hotel Dafam masuk dalam kategori pemenang survei SBA 2014. Terpilihnya Hotel Dafam membuktikan bahwa konsumen Jateng selama ini telah mengenal kami serta mendapatkan kepuasan serta loyalitas dari pelayanan kami,’’ terangnya. (Fista Novianti-79)

 Source: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/06/17/264694/Merek-Merek-Kampiun-di-Ajang-Satria-Brand-Award-2014