INSPIRING

Articles

Tasyakuran Meotel Jember

Monday, August 06, 2018


Jember, 02 Agustus 2018 - Setelah mencatatkan diri sebagai perusahaan terbuka pada April 2018 lalu, PT Dafam Property Indonesia Tbk malalui PT Dafam Hotel Management (DHM) semakin agresif mengembangkan bisnis pengelolaan hotel. Melalui brand Meotel, untuk kelas ekonomi dengan konsep industrial retro art, menambah pengelolaan hotel di Jember, Jawa Timur. Meotel Jember, secara properti dimiliki oleh PT Langgeng Makmur Selalu yang berinduk pada FortunaLand Property.

"Sangat cocok untuk para urban traveler maupun pebisnis yang ingin tinggal dalam waktu singkat. Ketika memasuki hotel ini, tamu akan menjumpai tokoh-tokoh terkenal dan icon wisata yang telah layak disebut legend, didesain sedemikian artistic sehingga tamu akan mendapatkan pemandangan yang menyegarkan mata dan tentunya mendapatkan experience dari apa yang dirasakan selama menginap," ungkap Andhy Irawan, CEO PT DHM didampingi Handono S. Putro Managing Director PT DHM.

Hotel dengan konsep retro industrial ini memiliki sembilan lantai dan 121 kamar. Terbagi menjadi type Superior ukuran 18sqm, Deluxe dengan ukuran 20-24 sqm, Family Room dengan ukuran 40 sqm, serta Executive room dengan ukuran 30 sqm. "Selain itu juga mempunyai kamar khusus untuk difabel dengan fasilitas TV layar datar 32in. yang berisi saluran international, free wifi, coffee maker, IDD phone." imbuh Handono.

Meotel Jember menawarkan fasilitas lainnya pula; kolam renang di lantai 5, room service 24 jam, Ukafe Bistro yang dirancang dengan unik bisa untuk bersantai sambil menikmati hidangan yang disajikan secara profesional dengan menu mulai tradisional, Asia hingga internasional; Ukafe Lounge yang mempunyai akses ke Bus Cafetaria yang diranjang dengan replika Bis Double Decker yang sangat instagramable sangat cocok untuk para kawula muda. Selain itu, juga fasilitas untuk kebutuhan rapat yang terdiri dari ruangan meeting; Buick, Chrysler, Gaz, Lincoln dan Cadillac Ballroom dengan kapasitas 800 orang.

Tasyakuran selesainya pembangunan yang telah dilakukan dihadiri jajaran Muspida Kabupaten Jember, relasi bisnis, Corporate, kontraktor, dan perwakilan warga. Acara seremonial ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Suprapto selaku Asisten III Kabupaten Jember sebagai perwakilan dari Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, yang berhalangan hadir, namun turut mengucapkan selamat melalui tayangan video.

Pada kesempatan tersebut, Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia turut memberikan piagam, piala dan medali untuk pencatatan rekor; Hotel Dengan Eksterior Bis Double Decker Pertama di Indonesia dan rekor Replika Bis Double Decker Terbesar, dengan ukuran panjang 20,65m, lebar 4m, tinggi 3,6m. Replika bis tersebut terletak di sisi depan hotel sebagai salah satu outlet Food & Beverage.

General Manager Meotel Jember, Udik Hariantoko, mengaku optimistis kehadiran hotelnya bisa mendorong kegiatan bisnis dan wisata di Jember. "Kami melihat potensi Jember yang besar dalam berbagai kegiatan nasional. Apalagi sudah ada bandar udara, sehingga kehadiran kami akan sangat mendukung," tambah Udik."Dengan hadirnya Meotel di Jember dengan konsep retro dan artistic ini dapat memberikan alternatif bagi para wisatawan maupun pebisnis yang berkunjung ke Jember dengan tentunya akan memberikan warna dan gaya berbeda bagi para pengunjung Meotel Jember."

Sementara itu PT Dafam Property Indonesia Tbk menargetkan dalam 5 tahun ke depan akan menambah portofolio manajemen 100 hotel baru, meningkat pesat dari posisi saat ini 24 hotel. Andhy Irawan yang juga menjabat sebagai salah satu Direktur PT Dafam Property Indonesia Tbk, mengatakan bahwa perseroan memandang bisnis perhotelan masih sangat prospektif di Indonesia, meskipun kerap kali diterpa isu kelebihan pasokan. "Perseroan banyak mengincar kota-kota sekunder atau kota-kota di Indonesia timur sebagai lokasi hotel. Dengan strategi yang tepat, menurutnya perseroan masih mampu mengelola hotel dengan menguntungkan," jelasnya.Pihaknya memiliki visi untuk menjadi perusahaan operator hotel dengan jumlah hotel terbanyak di Indonesia. Oleh karena itu, perseroan akan melakukan banyak langkah strategis untuk meningkatkan jumlah portofolio hotel perseroan. “Targetnya 100 hotel pada 5 tahun ke depan di bawah DHM. Kami bisa dengan merger dan akuisisi, tidak harus 100 persen sahamnya. Dari target 100 hotel itu, kami bisa ambil share minoritas, mayoritas, atau 100 persen," jelasnya.

Saat ini, Dafam memiliki 4 brand, yakni Dafam Express untuk segmen bujet, Meotel untuk segmen ekonomi atau setara bintang 2-3, Hotel Dafam untuk segmen menengah setara bintang 3-4, dan Grand Dafam untuk segmen atas setara bintang 4-5. Di sisa tahun ini, Dafam fokus pada penambahan 6 hotel baru. Selain itu, ada beberapa unit lainnya yang saat ini sedang dalam tahap pertemuan akhir untuk mencapai kesepakatan kerjasama. 

Tumpengan Tasyakuran Meotel Jember; (ki-ka) Mr.ME, Surya Hartono, Fajar Susanto, Suprapto, Agung Hartono, Andhy Irawan, Handono S. Putro, Udik Hariantoko, Miss YOU.

Penerimaan Piagam, Piala dan Medali dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia. (ki-ka) Dynand Fariz (Jember Fashion Carnival), Andhy Irawan, Paulus Pangka (LEPRID), Agung Hartono, Handono S. Putro.

Penandatanganan Prasasti Meotel Jember oleh Bupati; Ibu dr. Hj. Faida MMR didampingi Hotel Manager Meotel Jember; Udik Hariantoko

Penandatanganan Kerja Sama Meotel Jember dengan Kopi Kober dan Batik Notonegoro

DHM Corporate Team dan General Managers yang turut hadir

Maskot brand Meotel; Miss YOU & Mr. ME